1. Cabe Naga Jolokia
Buku rekor dunia mencatat bahwa cabe Naga
Jolokia adalah cabe terpedas yang pernah ada di dunia. Cabe ini tumbuh
di Nagaland, India. Beberapa kawasan lain di India seperti Assam dan
Manipur juga menjadi tempat yang banyak ditemukan Naga Jolokia. Saking
pedasnya, saat kamu mengonsumsi 4 kg Naga Jolokia, kamu bisa meninggal
dunia.
2. Datura
Salah satu suku Indian di Amerika
menggunakan buah tanaman terompet Datura ini untuk menentukan apakah
seorang anak laki-laki siap untuk menjadi seorang pria. Buah Datura ini
mengandung racun yang bisa menyebabkan delirium kuat, demam, denyut
jantung cepat, sampai amnesia permanen. Di mana anak laki-laki itu
memakan buah Datura lalu dikurung beberapa minggu dan jika selamat maka
dia sudah menjadi pria dewasa.
3. Buncis Calabar
Di
kawasan tropis Afrika tumbuh sebuah kacang polong Kaliber yang bisa
kamu temukan di Calabar. Penjelasan mengenai bahan makanan berbahaya
sangat jelas untuk Kaliber. Karena kacang polong ini memiliki kandungan
racun tinggi. Nekat mencoba? Maka kamu harus siap-siap mengalami
kerusakan saraf, kejang otot, kerusakan sistem pernafasan dan pencernaan
bahkan sampai kematian.
4. Casu Marzu
Di pulau
Sardinia, Italia adalah sebuah keju lokal yang dilarang dengan alasan
kebersihan bernama Casu Marzu. Keju ini dibuat dari susu domba dan
sengaja disuntikan dengan larva lalat khusus. Larva yang tumbuh di keju
berubah menjadi belatung dan cairan pencernaan mereka membuat keju lebih
cepat berfermentasi sampai mulai membusuk. Saat kamu mau makan, bahkan
akan masih ada belatung berlarian di dalamnya. Mau?
5. Sannakji
Gurita
adalah makhluk yang menarik. Mereka memilki banyak kaki tentakel yang
bisa mengarah secara berbeda. Jika kamu ke Korea Selatan, kamu harus
berhati-hati saat makan Sannakji, gurita hidup! Cara makannya adalah
gurita dipotong lalu ditaburi saus soya atau minyak wijen dan siap untuk
dimakan. Hanya saja karena belum sepenuhnya mati, bisa-bisa kaki
tentakel mereka bergerak di tenggorokanmu sampai bisa memanjat ke rongga
hidung.
6. Lutefisk
Di Skandinavia kamu bisa
menikmati Lutefisk, sebuah hidangan laut dari ikan yang berbahaya. Cara
membuatnya adalah ikan direndam dalam larutan basa selama berhari-hari.
Mengapa bahaya? Karena jika terendam lama, lemak ikan berubah menjadi
sabun bahkan kadar keasamannya bisa mencapai pH 12 dan sangat
membahayakan pencernaan manusia. Jangankan pencernaanmu, panci, piring,
dan sendok bisa mengalami korosi.
7. St. Elmo Steak Houseâ??s Shrimp Cocktail
Sebuah
restoran kecil di kawasan Indiana, Amerika Serikat menjual hidangan
khusus yang dirancang untuk para pecinta pedas. Bernama St Elmo Steak
House, pada dasarnya makanan ini adalah koktail udang yang pedasnya
berasal dari 9 kg mustard parutan lobak mengandung minyak. Berani makan
masakan super pedas ini, maka kamu harus siap merasakan sensasi seperti
tersetrum!
8. Antimony
Antimony adalah logam berat
beracun yang menyebabkan peradangan, gangguan jantung, kejang,
kegagalan organ besar sampai kematian. Di Eropa abad pertengahan, orang
sengaja mengelan Antimony dalam jumlah kecil sebagai pil kontrasepsi
untuk mengendalikan proses kelahiran. Hanya saja taruhan nyawa untuk
memakannya.
9. Kanibalisme
Meskipun sangat
mengerikan, rupanya beberapa suku pedalaman di dunia ini masih ada yang
memakai budaya makan makan manusia sebagai cara untuk bertahan hidup.
Kanibalisme bahkan disebut mirip dengan penyakit sapi gila an tak bisa
dicegah. Suku Fore di pedalaman Papua Nugini menderita kanibalisme
sampai tahun 50-an. Mereka memotong mayat kerabatnya sebagai ritual
pemakaman sehingga mereka menganggap orang mati sebagai sumber makanan.
10. Daun Teh Urushi
Dalam
tradisi Sokushinbutsu di Jepang, ada sebuah daun teh beracun yang
dipakai. Daun beracun itu memakai daun dari pohon Urushi yang sebenarnya
mengandung sejumlah racun mematikan. Yang terpenting adalah cara
pembuatannya yang harus berhati-hati karena jika salah, racun dari daun
Urushi bisa membuat manusia kehilangan banyak cairan dan mengakibatkan
kematian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar